Jakarta – Pimpinan DPRD dan Komisi C DPRD Kabupaten Temanggung bersama Komite Pertembakuan secara resmi kembali menyampaikan aspirasi petani tembakau Temanggung kepada Komisi IV DPR RI sebagai komitmen untuk melindungi mata pencaharian bagi ribuan masyarakat Temanggung yang terancam oleh wacana regulasi baru terkait pertembakaun.
“Daerah kami adalah daerah agraris, dimana nasib warga ini ditentukan dengan kegiatan pertanian, tembakau adalah salah satu komuditas unggulan sampai hari ini, warga sangat berharap bahwa komuditas tembakau menjadi harapan untuk kelangsungan hidup, memenuhi kebutuhan pokok, pendidikan mensekolahkan dan meningkatkan kesejateraan,” ujar Yunianto kepada Pimpinan Komisi IV Panggah Susanto pada saat Rapat Dengar Pendapat, Selasa (21/7/2026)
Wakil Ketua DPRD Daniel Indra Hartoko juga menambahkan jika wacana terkait dengan pembatasan kandungan nikotin dan tar serta penseragaman bungkus rokok ini diberlakukan maka akan mempengaruhi serapan tembakau serta menambah ruang bagi rokok ilegal
“Kami membaca PP 28 Tahun 2024 ini memberikan ruang turunan kepada peraturan Menteri PMK untuk membuat aturan lebih lanjut, turunannya ke Kementrian Kesehatan, ada klausul pembatasan tar dan nikotin padahal di daerah kami produk dan kualitas tembakau akan ada diatas ambang batas, kehawatiran kami, jika aturan ini diberlakukan serapan tembakau akan rendah dan menambah ruang rokok ilegal muncul dimana mana karena branding yang tidak jelas,” tambahnya
Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Komisi IV Panggah Susanto mendorong agar selanjutnya ada forum untuk pembahasan dan membuat kajian secara komprehensif agar permasalahan pertembakauan ini dapat benar benar selesai
“kalau tidak ada keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan ekonomi, kalau tidak bisa mencari jalan tengah akan bisa merugikan kita secara keseluruhan, ini akan berdampak pada tembakau Indonesia yang umumnya kualitas terbaik, dengan nikotin tinggi penyerapan akan turun oleh industri dan meningkatkan impor, terbukti impor dari tahun ke tahun meningkat, terjadi pemborosan devisa, pengangguran meningkat, kami mendorong dicarikan solusi terbaik tentu tujuannya agar sektor tembakau yang sudah eksis ini dapat memberikan keuntungan sebesar besarnya bagi ekonomi nasional,” ujarnya
DPRD