Temanggung – Ribuan peternak ayam petelur di Kabupaten Temanggung menggelar aksi damai dengan membagikan 5.500 ekor ayam kepada masyarakat di sekitaran Alun Alun sebagai bentuk keprihatinan dan solidaritas atas tingginya harga pakan yang membuat biaya produksi juga menjadi tinggi.
Mereka mengeluhkan harga telur di tingkat peternak yang kini hanya berkisar Rp. 19.000-Rp.20.000 per kilogram sedangkan harga pokok produksi (HPP) diperkirakan mencapai Rp. 24.500 per kilogram.
“Per hari ini harga pakan sudah ada yang Rp8.000 per kilogram. Ada yang Rp7.800, paling murah sekitar Rp7.600. Sementara harga telur di tingkat peternak hanya Rp19.000-Rp20.000,” ujar Buyung Adi Nugraha Koordinator Aksi, Senin (11/8/2026)
Menurutnya peternak membutuhkan harga setidaknya Rp 24.500 per kilogram agar bisa menutup biaya produksi yang dimana angka tersebut masih di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang mencapai Rp 26.500. Selain itu ia juga berharap aksi ini dapat menjadi perhatian oleh pemerintah pusat
Menanggapi hal tersebut Ketua DPRD Yunianto menyampaikan bahwa pihaknya bersama Forkopimda telah melaksanakan koordinasi berkaitan dengan hal ini.
“Sungguh kami memperhatikan apa yang menjadi maksud dan tujuan saudara sekalian, bersama Bupati, FKPD sebelumnya kami telah melasanakan koordinasi khusus berkaitan dengan mahalnya harga pakan ternak ini,” ujarnya
Yunianto menyampaikan bahwa pihaknya akan siap mengawal dan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan oleh peternak untuk disampaikan pada pemerintah pusat.
“Kami memahami, pak Bupati juga sudah melayangkan surat, hari ini akan ada langkah lebih lanjut, Bupati, Kepala Dinas, DPRD dan Forkopimda, kita bersama sama akan memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi, demi harapan kawam kawan peternak, tidak hanya telur saja namun seluruh peternak yang ada di Temanggung khususnya, dan di Indonesia umumnya,” tandasnya
DPRD